Yin dee tee dai rue juk, Chiang Rai!
February 2nd, 2010
Yin dee tee dai rue juk berarti nice to meet you. Saking sering dikira Thai dan orang Thai jarang bisa ngomong bahasa Inggris, mau nggak mau gue harus sedikit belajar percakapan dasar ala Thai dong. Siapa tahu nanti bakal jadi warga negara sana. Kidding.
Rute gue sebenernya adalah Bangkok – Chiang Rai naik pesawat. Baru kemudian Chiang Rai – Chiang Mai naik bus selama 3 jam. Bus yang gue pilih juga bagus. Namanya Green Bus. Beli tiket langsung di terminal baru Chiang Rai. Terminal busnya kecil, bersih dan teratur. Ticketing Green Bus juga sangat computerized. Kita beli di terminal itu dan bisa milih tempat duduk yang kosong mana aja via layar computer. Berasa nonton bioskop. Tiket bus Chiang Rai – Chiang Mai seharga 126 Baht ( 39K Rp).

Hanya sedikit yang bisa dilihat di Chiang Mai. Kotanya kecil dan sepi. Chiang Rai menjadi tempat singgah para turis dari Chiang Mai yang ingin ke Golden Triangle, perbatasan Myanmar, Laos dan Thailand yang dulunya adalahnya tempat perdagangan opium.
Oh ya, bandara Chiang Rai juga lumayan bagus untuk ukuran kota kecil. Yang lebih penting adalah ada beberapa booklet tentang kota (termasuk peta) gratis. Berbekal booklet kota itulah gue langsung menuju ke Khao Soi Ngam Muang, warung Khao Soi milik muslim Thai di jalan Ngam Muang yang direkomendasikan di booklet. Inilah pertama kali gue makan Khao Soi. Entah karena emang lapar atau karena emang enak, gue habis 2 porsi saja. Yang bikin surprise, pemiliknya fasih berbahasa Inggris.Dari dia pula gue minta petunjuk tulisan Thai buat supir taksi untuk mengantar gue ke Wat Rong Kun atau lebih dikenal dengan The White Temple.


The White Temple adalah buatan artist Thai tahun 1998. Jadi bukan wat yang sudah berusia ratusan tahun. Satu kata untuk wat ini adalah INDAH!.
Gue cuma menghabiskan satu malam di Chiang Rai. Hiburan malam yang direkomendasikan adalah pergi ke night market. Night Market di Chiang Rai terletak di Phaholyothin Road dan mengambil tempat di terminal lama. Dibandingkan dengan night market Chiang Mai, punya Chiang Rai lebih kecil tapi gue malah menemukan barang yang ternyata tidak dijual di Chiang Mai.Nyesel juga pas mikir, “ah tar dulu, di Chiang Mai nanti pasti dijual juga”. Eee nggak taunya di Chiang Mai nggak ada. Syal berbahan katun di Chiang Rai dijual berbagai motif, di Chiang Mai tidak. Karena malam sedikit dingin, beli syal disini dan memakainya sungguh terlihat keren. Toko favorit adalah The Northen Hand Woven yang menjual poncho unisex.



Dari Bangkok dan Chiang Rai saja, belanjaan gue udah banyak. Sengaja membawa tiga kaos dari Jakarta karena niat pengen beli banyak di Thailand hehehe.


pamer.com LOL










































